Sabtu, 06 Januari 2018

Penelitian Kualitatif : Grounded Theory

Penelitian Kualitatif
RISET GROUNDED THEORY

Definisi dan Latar Belakang
Menurut Chreswell (2015) riset ini merupakan desain riset kualitatif yang penelitinya memunculkan penjelasan umum (teori)tentang proses, aksi, atau interaksi yang dibentuk oleh pandangan dan sejumlah besar partisipan. Corbin dan Strauss (1998 dalam Chreswell, 2015) menyebutkan juga bahwa tujuan dari studi grounded theory adalah untuk bergerak ke luar dari deskripsi dan untuk memunculkan atau menemukan teor penjelasan teoretis gabungan bagi proses atau aksi. Teori tidak dimunculkan dengan sendirinya, tetapi dimunculkan atau didasarkan pada data dari para partisipan yang telah mengalami proses tersebut. Sehingga riset ini disediakan untuk memunculkan teori (lengakap dengan diagram dan hipotesis) tentang aksi, interaksi, atau proses dengan saling menghubungkan kategori informasi bedasarkan pada data yang dikumpulkan dari individu.

Ciri Utama
Berikut ini ciri utama riset grounded theory menurut Chreswell (2015) :
l Peneliti memfokuskan pada proses atau aksi yang memiliki tahapan atau fase khas yang terjadi sepanjang waktu.
l Peneliti mengembangkan teori tetnang proses atau aksi tersebut.
l Membuat memo menjadi bagian dari pengembangan teori ketika peneliti menuliskan ide berdasarkan data yang telah dikumpulkan dan dianalisis.
l Bentuk utama dari pengumpulan data biasanya adalah wawancara.
l Analisis dapat distrukturkan dan mengikuti pola pengembangan kategori terbuka.

Tipe
1. Prosedur Sistematis
Strauss dan Corbin (1990, 1998 dalam Chreswell, 2015) menyebutkan bahwa pada prosedur atau pendekatan ini peneliti mengembangkan secara sistematis teori yang menjelaskan proses, aksi, atau interaksi dari topik. Dari kejadian yang ada, peneliti dapat menentukan kategori yang merepresentasikan kejadian tersebut. Peneliti mengumpulkan dann menganalisis hasil pengamatan dan dokumen, ini dapat dilakukan secara bersamaan.
Peneliti mengawali penelitian dengan coding terbuka, dimana peneliti mengkodekan data untuk kategori informasi utamanya. Selanjutnya peneliti mengidentifikasi satu coding yang dijadikan fokus atau fenomena inti dan kategori yang berkaitan dengan fenomena inti tersebut. Strauss dan Corbin (1990 dalam Chreswell, 2015) juga merumuskan berbagai tipe dari keteori yang diidentifikasi di seputar fenomena inti. Tipe pertama adalh kondisi kausal (faktor yang menyebabkan fenomena inti tersebut), strategi (tindakan yang dilakukan dalam merespon fenomena inti), kondisi pengganggu (faktor yang mempengaruhi strategi), dan kondisi konsekuensi (hasil dari penggunaan strategi). Kategori tersebut berkaitan dengan dan melingkupi fenomena inti dalam model visual yang disebut paradigma coding aksial. Selanjutnya adalah coding selektif dimana peneliti mengambil model dan mengembangkan proposisi atau hipotesis yang menggabungkan kategori yang ada dan mendeskripsikannya.
2. Pendekatan Konstruktivis
Teori ini disampaikan oleh Charmaz. Charmaz(2005, 2006 dalam Chreswell, 2015) terletak pada penekanan beragam dunia lokal, beragam realitas, dan kompleksitas dari dunia, pandangan, dan aksi tertentu (perspektif konstruktivis).

Prosedur Pelaksanan
Prosedur pelaksanaan ini berdasrkan pada teori pendekatan dari Strauss dan Corbin (1990, 1998, 2007 dalam Chreswell, 2015). Pada awalnya peneliti perlu untuk menentukan apakah riset grounded theory cocok untuk mempelajari problem riset yang akan digunakan. Riset ini digunakan ketika tidak didapatkan teori untuk menjelaskan atau memahami proses. Teori sebenarnya dapat digunakan untuk menjelaskan bagaimana masyarakat mengalami fenomena, meskipun teori tersebut sering tidak lengakp dan tidak membahas variael atau kategori penting.
Selanjutnya adalah pertanyaan riset. Daftar pertanyaan yang dibuat adalah pertanyaan yang mengarahkan partisipan untuk memahami individu dalam menghadapi proses yang ada. Selanjutnya disajikan juga pertanyaan yang lebih detail dan membantu peneliti untuk meng-coding pada tahap coding aksial.
Pada tahap selanjutnya adalah analisis terhadap hasil penelitian. Analisis ini dilakukan secara bertahap. Pada coding terbuka, kategori dibentuk berdasar fenomena yang dipelajari dan menemukan sifat atau subkategori pada setiap kategori yang ada. Pada coding aksial, peneliti menyusun data dalam cara baru setelah coding terbuka. Dalam coding selektif, peneliti menulis jalannya cerita dan menghubungkan kategori yang ada.
Hasil dari pengumpulan data dan analiss data ialah suatu teori yang bisa disebut dengan teori level-substansial, dengan bantuan proses memoing (peneliti menulis ide tentang teori baru selama proses coding yang ada).

Sumber :
Chreswell, John W. 2015. Penelitian Kualitatif dan Desain Riset. Yogyakarta : Pustaka Pelajar

Resume Jenis Riset Kualitatif : Riset Grounded Theory
Anis Kurnia Ramadhani - 14301241020

Penelitian Kualitatif : Studi Kasus

Penelitian Kualitatif
RISET STUDI KASUS

Definisi dan Latar Belakang
Penelitian studi kasus adalah pendekatan kualitatif yang penelitinya mengeksplorasi kehidupan nyata, sistem erbatas kontemporer (kasus) atau beragam sistem terbatas (berbagai kasus), melalui pengmpulan data yang detail dan mendalam yang melibatkan bragan sumber informasi atau sumber informasi majemuk (midalnya pengamatan, wawancara, bahan audiocidual, dan dokumen berbagai laporan), dan melaporkan deskripsi kasus dan tema kusus (Chreswell, 2015).

Ciri Khas
l Mengidentifiksi kasus yang spesifik.
l Dapat disusun untuk mengilustrasikan kasus yang unik, kasus yang memiliki kepentingan yang tidak bisa dalam didrinya dan perlu dideskripsikan atau diperinci, atau untuk memahami isu, problem, atau keprihatinan yang spesifik dan kasus atau beberapa kasus diseleksi untuk dapat memahami permasalahan tersebut dengan baik.
l Memperlihatkan pemahaman mendalam tentang kasus tersebut.
l Pendekatan yang digunakan dalam tahap analisis dapat berbeda-beda.
l Diperlukannya deskripsi tentang kasus yang ada agar analisis lebih mudah dipahami. Selain itu dapat juga mengidentifikasi tema atau isu yang akan dipelajari.
l Masalah atau tema yang ada dapat diorganisasikan menjadi kronologi.
l Kesimpulan merupakan makna keseluruhan yang diperoleh dari kasus oleh penelitinya.

Tipe
Berdasarkan penelompokan sasaran penelitian (objek dan subjek), Indrawan dan Yaniawati (2016) menyebutkan bahwa riset dibagi menjadi :
1. Studi Historis
Peneliti akan mendalami tentang asal muasal atau sejarah dari suatu hal yang dianalisis, berdasarkan kurun waktu tertentu dari berbagai macam sumber. Hambatan dari tipe ini adalah bahwa keterbatasan data dikarenakan data merupakan data masa lalu dan kevalidan dari data terebu.
2. Studi Observasi
Pada studi ini peneliti akan mengumpulkan data yang sedang terjadi dn ikut berpartisipasi dalam aktivitas yang dialami secara langsung, dengan begitu peneliti juga merasakan apa yang sedang terjadi.
3. Studi Biografi
Peneliti akan mengkaji kisah hidup seseorang baik yang sudah lampau atau keadaan saat penelitian dilaksanakan. Tidak hanya itu, peneliti juga mengkaji terkait cara pandang mereka terhadap berbagai hal yang ada di dalam kehidupan. Studi ini juga akan menggambarkan keadaan batiniah yang berkembang pada setiap fase kehidupan dari partisipan atau objek yang diteliti.
Selain itu, tipe riset ini juga dapat dibedakan berdasarkan ukuran batas dari kasus tersebut seperti melibatiakn satu individu, beberapa individu, suatu kelompok, suatu program besar, atau suatu aktvitas. Selain itu, Stake (1995 dalam Chreswell, 2015) membedakannya berdasarkan tujuan dari analisis kasusnya.
1. Studi kasus instrumental tunggal
Peneliti fokus pada isu atau persoalan, kemuudian memilih satu kasus terbatas untuk mengilustrasikan persoalan yang ada.
2. Studi kasus kolektif atau majemuk
Peneliti memilih suatu isu atau masalah dan memilih beragam studi kasus yang digunakan untuk mengilustrasikan isu atau masalah yang telah dipilih.
3. Studi kasus intrinsik
Tipe ini fokus pada kasus itu dikarenakan kasus tersebut menghadirkan situasi yang unik.

Prosedur Pelaksanaan
Berikut ini prosedur pelaksanaan dari riset studi kasus dengan menggunakan pendekatan dari Stakes dan Yin (1995, 2009 dalam Chreswell, 2015) :
l Menentukan apakah pendekatan studi kasus sudah sesuai untuk mempelajari masalah yang ada. Pendekatan studi kasus tepat digunakan ketika peneliti memiliki kasus terbatas yang dapat diidentifikasi dengan jelas. Atau dapat juga ketka peneiti ingin memberikan pemahaman kepada pembaca terkait kasus atau perbandingan dari beberapa kasus.
l Kasus yang ada diidentifikasi, apakah melibatkan satu individu, beberpa individu sebuah program, suatu peristiwa atau suatu aktivitas.
l Pengumpulan data dalam riset dari berbagai sumber, baik melalui pengamatan, wawancara, dokumen, dan lain-lain.
l Menganalisis data. Yin (2009, dalam Chreswell, 2015) menyampaikan bahwa data dapat dianalisis dengan berbagai tipe, dapat dengan analisis holistik dari keseluruhan kasus atau analisis melekat dari salah satu aspek dari kasus tersebut.
l Peneliti menyampaikan makna dari kasus tersebut (kasus instrumental atau kasusu intrinsik).

Tantangan
Pada penelitian ini peneliti perlu mengidentifikasi kasus yang akan diteliti. Selain itu peneliti juga perlu untuk mempertimbangkan jenis kasus yang akan dipelajari, apakah akan memilih kasus tunggal atau majemuk. Ketika peneliti banyak mempelajari kasus, akan mengakibatkan peneliti kurang fokus dan membuat dangkal analisis pada setiap kasus tunggalnya. Tidak hanya itu, pada beberapa kasus tidak terlihat jelas titik awal dan akhir, sehingga peneliti perlu untuk menyusun batasan untuk kasus tersebut.

Sumber :
Chreswell, John W. 2015. Penelitian Kualitatif dan Desain Riset. Yogyakarta : Pustaka Pelajar
Yuniawati, Poppy., Indrawan, Rully. 2016. Metodologi Penelitian. Bandung : Refika Aditama

Resume Jenis Riset Kualitatif : Riset Studi Kasus
Anis Kurnia Ramadhani - 14301241020