Penelitian Kualitatif
RISET GROUNDED THEORY
Definisi dan Latar Belakang
Menurut Chreswell (2015) riset ini merupakan desain riset kualitatif yang penelitinya memunculkan penjelasan umum (teori)tentang proses, aksi, atau interaksi yang dibentuk oleh pandangan dan sejumlah besar partisipan. Corbin dan Strauss (1998 dalam Chreswell, 2015) menyebutkan juga bahwa tujuan dari studi grounded theory adalah untuk bergerak ke luar dari deskripsi dan untuk memunculkan atau menemukan teor penjelasan teoretis gabungan bagi proses atau aksi. Teori tidak dimunculkan dengan sendirinya, tetapi dimunculkan atau didasarkan pada data dari para partisipan yang telah mengalami proses tersebut. Sehingga riset ini disediakan untuk memunculkan teori (lengakap dengan diagram dan hipotesis) tentang aksi, interaksi, atau proses dengan saling menghubungkan kategori informasi bedasarkan pada data yang dikumpulkan dari individu.
Ciri Utama
Berikut ini ciri utama riset grounded theory menurut Chreswell (2015) :
l Peneliti memfokuskan pada proses atau aksi yang memiliki tahapan atau fase khas yang terjadi sepanjang waktu.
l Peneliti mengembangkan teori tetnang proses atau aksi tersebut.
l Membuat memo menjadi bagian dari pengembangan teori ketika peneliti menuliskan ide berdasarkan data yang telah dikumpulkan dan dianalisis.
l Bentuk utama dari pengumpulan data biasanya adalah wawancara.
l Analisis dapat distrukturkan dan mengikuti pola pengembangan kategori terbuka.
Tipe
1. Prosedur Sistematis
Strauss dan Corbin (1990, 1998 dalam Chreswell, 2015) menyebutkan bahwa pada prosedur atau pendekatan ini peneliti mengembangkan secara sistematis teori yang menjelaskan proses, aksi, atau interaksi dari topik. Dari kejadian yang ada, peneliti dapat menentukan kategori yang merepresentasikan kejadian tersebut. Peneliti mengumpulkan dann menganalisis hasil pengamatan dan dokumen, ini dapat dilakukan secara bersamaan.
Peneliti mengawali penelitian dengan coding terbuka, dimana peneliti mengkodekan data untuk kategori informasi utamanya. Selanjutnya peneliti mengidentifikasi satu coding yang dijadikan fokus atau fenomena inti dan kategori yang berkaitan dengan fenomena inti tersebut. Strauss dan Corbin (1990 dalam Chreswell, 2015) juga merumuskan berbagai tipe dari keteori yang diidentifikasi di seputar fenomena inti. Tipe pertama adalh kondisi kausal (faktor yang menyebabkan fenomena inti tersebut), strategi (tindakan yang dilakukan dalam merespon fenomena inti), kondisi pengganggu (faktor yang mempengaruhi strategi), dan kondisi konsekuensi (hasil dari penggunaan strategi). Kategori tersebut berkaitan dengan dan melingkupi fenomena inti dalam model visual yang disebut paradigma coding aksial. Selanjutnya adalah coding selektif dimana peneliti mengambil model dan mengembangkan proposisi atau hipotesis yang menggabungkan kategori yang ada dan mendeskripsikannya.
2. Pendekatan Konstruktivis
Teori ini disampaikan oleh Charmaz. Charmaz(2005, 2006 dalam Chreswell, 2015) terletak pada penekanan beragam dunia lokal, beragam realitas, dan kompleksitas dari dunia, pandangan, dan aksi tertentu (perspektif konstruktivis).
Prosedur Pelaksanan
Prosedur pelaksanaan ini berdasrkan pada teori pendekatan dari Strauss dan Corbin (1990, 1998, 2007 dalam Chreswell, 2015). Pada awalnya peneliti perlu untuk menentukan apakah riset grounded theory cocok untuk mempelajari problem riset yang akan digunakan. Riset ini digunakan ketika tidak didapatkan teori untuk menjelaskan atau memahami proses. Teori sebenarnya dapat digunakan untuk menjelaskan bagaimana masyarakat mengalami fenomena, meskipun teori tersebut sering tidak lengakp dan tidak membahas variael atau kategori penting.
Selanjutnya adalah pertanyaan riset. Daftar pertanyaan yang dibuat adalah pertanyaan yang mengarahkan partisipan untuk memahami individu dalam menghadapi proses yang ada. Selanjutnya disajikan juga pertanyaan yang lebih detail dan membantu peneliti untuk meng-coding pada tahap coding aksial.
Pada tahap selanjutnya adalah analisis terhadap hasil penelitian. Analisis ini dilakukan secara bertahap. Pada coding terbuka, kategori dibentuk berdasar fenomena yang dipelajari dan menemukan sifat atau subkategori pada setiap kategori yang ada. Pada coding aksial, peneliti menyusun data dalam cara baru setelah coding terbuka. Dalam coding selektif, peneliti menulis jalannya cerita dan menghubungkan kategori yang ada.
Hasil dari pengumpulan data dan analiss data ialah suatu teori yang bisa disebut dengan teori level-substansial, dengan bantuan proses memoing (peneliti menulis ide tentang teori baru selama proses coding yang ada).
Sumber :
Chreswell, John W. 2015. Penelitian Kualitatif dan Desain Riset. Yogyakarta : Pustaka Pelajar
Resume Jenis Riset Kualitatif : Riset Grounded Theory
Anis Kurnia Ramadhani - 14301241020
Tidak ada komentar:
Posting Komentar