Senin, 15 April 2013

Cerbung : Apakah Ini - Part 2

Informasi sebelum posting cerbung ini. Aku juga memostingkan cerbung ini ke alamat blogku yang lain. Semoga kalian sukaa.

Dion mengambil komik Detective Conan di laci mejanya. Komik detektif tersebut baru kemarin ia beli setelah kelas les yang melelahkan. Dibukanya segel plastik bening penutup komik itu perlahan. Semalam ia memang belum membuka komik ini karena ia langsung terlelap di atas ranjangnya.
 Aroma buku baru langsung menyatu dengan oksigen yang ia hirup saat ia mulai membuka lembar demi lembar komik tersebut. Tidak diperdulikannya Bu Mayang, guru Kimia yang tengah mengajar di kelasnya. Kali ini ia sedang tidak bersemangat dengan pelajaran yang berlangsung pada jam pertama ini.
Ketukan pintu terdengar di sela-sela suara Bu Mayang yang tengah mengajarkan materi Termokimia. Merasa terganggu beliau dengan cepat melangkahkan kakinya menuju pintu kelas yang tertutup rapat. Dibukanya pintu berwarna abu-abu itu dengan pelan. Setelah mengetahui siapa orang yang mengganggu kegiatannya menerangkan materi, Bu Mayang berbincang sebentar dengannya.
Ketika Bu Mayang kembali berdiri di depan kelas, seorang gadis yang berbaju sama dengan siswa-siswi yang duduk tersebar di seluruh penjuru kelas XI IPA 3, memasuki kelas denga malu-malu.
Mata bulat milik gadis itu menyapu ke seluruh penjuru kelas. Rambut hitam panjangnya yang terurai rapi tanpa hiasan itu bergerak pelan saat ia menghampiri Bu Mayang yang kini tengah menatapnya.
"Anak-anak mohon perhatian sebentar" seru Bu Mayang untuk menenangkan murid-muridnya yang langsung menjadi gaduh sejak siswi baru ini memasuki ruang kelas. Terutama para siswanya. "Mulai hari ini anggota kelas kalian akan bertambah satu siswi."
Lalu matanya beralih pada gadis yang kini berdiri di samping kirinya. "Perkenalkan dirimu."
"Nama saya Nadia" gadis itu berhenti sejenak untuk mengambil napas. "Saya pindahan dari Bogor. Semoga kita dapat berteman dengan baik." tambahnya sambil tersenyum. Riuh suara pun terdengar dari para siswa yang duduk di dua baris terbelakang.
Kembali gadis itu mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru kelas. Matanya membulat saat ia mendapati sosok yang tengah duduk tertunduk di tempat duduknya Sosok itu terlihat tak peduli. Fokus matanya hanya ada di tangannya.
"Nadia, silahkan duduk di bangkumu" suara Bu Mayang mengalihkan fokus mata Nadia, kini ia menatap guru tersebut. "Kamu bisa duduk di sebelah Dion." tambah beliau sembari menunjuk sosok yang tadi mengusik Nadia.
"Yah, kok Dion sih, bu? Kenapa nggak sama saya saja?" suara itu terucap dari bibir Bagas.
"Astaga Bagas, mana mungkin ibu menyuruh Nadia duduk di sebelah kamu kalau bangku yang ada di sampingmu itu diduduki Tio."
"Yo, pergi loe sana. Duduk disebelah Dion, gih." kini Bagas menatap Tio yang duduk di kanannya.
"Lah, kok jadi gue yang disuruh pindah? Loe gimana sih?"
"Gue kan mau duduk semeja sama--"
"Sudah" seruan Bu Mayang itu menghentika adu mulut Bagas dan Tio yang baru dimulai. "Nadia, kamu silahkan duduk. Kita lanjutkan pelajarannya." Nadia hanya meangangguk dan menghampiri Dion yang duduk di sayap kanan kelas.
"Hai, gue boleh duduk di sini kan?" tanya Nadia untuk mengalihkan pandangan Dion dari komiknya.
Merasa dirinya terusik, Dion mengalihkan pandangannya menuju sumber suara yang berada di kirinya. Dan betapa terkejutnya Dion karna mengetahui siapa yang ada di hadapannya. "Loe?"
"Hai Dion, senang bertemu lagi."

Bersambung

Tidak ada komentar:

Posting Komentar